Filtrasi untuk sistem air farmasi
Dalam produksi farmasi, air lebih dari sekadar bahan; air merupakan dasar dari setiap proses yang bersih, sesuai standar, dan berkualitas tinggi. Setiap tahap pemurnian memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari menghilangkan partikel yang terlihat di saluran masuk kotamadya hingga memenuhi standar ultra-murni yang diperlukan untuk produksi. Tanpa tingkat kontrol ini, bahkan zat kontaminan kecil sekalipun dapat membahayakan keamanan produk atau efisiensi proses.
Filter partikel dan karbon membentuk garis pertahanan pertama, menghilangkan materi kasar dan produk sampingan klorin untuk melindungi sistem hilir yang sensitif. Reverse osmosis dan deionisasi kemudian memurnikan air lebih lanjut, menghilangkan mineral, garam, dan materi organik yang terlarut. Pada tahap selanjutnya, filter kelas sterilisasi dan filter ventilasi melindungi sistem air murni dan WFI, menjaga kesterilan dan mencegah masuknya mikroba.
Solusi filtrasi Atlas Copco dibuat dari bahan berkualitas tinggi yang telah divalidasi dan memenuhi standar ISO 9001, FDA CFR Title 21, dan EU 1935/2004. Setiap sistem dirancang untuk pengoperasian yang andal, hemat energi, dan performa sistem yang bersih, membantu produsen mempertahankan kualitas air yang konsisten, melindungi utilitas farmasi penting, dan memastikan stabilitas jangka panjang.
Peta proses di bawah ini menggambarkan bagaimana pengolahan air farmasi mendukung setiap tahap, mulai dari pre-treatment dan pemurnian hingga penyimpanan dan penggunaan akhir, memastikan pasokan air yang steril, sesuai standar, dan andal untuk injeksi dan produksi.
Solusi filtrasi untuk sistem air farmasi
Atlas Copco menyediakan sistem prafiltrasi yang andal yang menstabilkan kualitas air dan melindungi proses farmasi hilir. Solusi kami mencakup:
- Filter PBP / PFP⁺ / PFP⁺ D PP:
Filter kedalaman untuk pembuangan partikel pada saluran masuk air kota, menghilangkan kontaminan kasar dan menurunkan beban pada sistem hilir. - Filter PP PFP⁺ A dan PFP⁺ D:
Dipasang setelah lapisan karbon dan sebelum RO, berfungsi untuk menangkap partikel karbon halus dan padatan tersuspensi guna melindungi membran dan memastikan air baku yang bersih. - Filter PTFE SMT-G:
Filter ventilasi kelas sterilisasi untuk tangki penyimpanan, mencegah masuknya mikroba selama pertukaran udara dan menjaga kesterilan air. - Filter PFP⁺ A PP:
Diterapkan sebelum penyaringan tingkat sterilisasi, mengurangi partikel untuk memperpanjang masa pakai filter akhir. - Filter SME+ PES:
Filter cairan kelas sterilisasi memastikan air bebas mikroba untuk aplikasi murni dan kelas injeksi. - Filter SMV PVDF:
Membran sterilisasi dengan daya ikat rendah yang diaplikasikan di titik penggunaan untuk pengendalian mikroba akhir, membantu menjaga sterilitas air sebelum mencapai aplikasi kritis.
Bersama-sama, filter ini menciptakan sistem pengolahan multi-tahap yang kokoh yang menghasilkan air yang stabil dan bebas kontaminan untuk produksi farmasi, baik untuk air murni maupun air untuk injeksi.
Manfaat utama filtrasi dalam pengolahan air farmasi
Manfaat bagi produsen
Pertanyaan umum
Mengapa air merupakan bahan baku penting dalam produksi farmasi?
Hal ini dikarenakan air murni dan WFI (Water for Injection) digunakan di hampir setiap tahap, mulai dari formulasi hingga pembersihan. Kontaminasi apa pun di sini dapat membahayakan keamanan dan kepatuhan produk.
Apa langkah-langkah pemurnian utama dalam sistem air farmasi?
Sistem umum mencakup pra-treatment, reverse osmosis, deionisasi, dan filtrasi kelas sterilisasi akhir. Setiap langkah menghilangkan berbagai jenis kotoran, partikel, garam terlarut, organik, dan mikroba.
Bagaimana produsen mengendalikan kontaminasi mikroba dalam sistem air?
Melalui perlindungan berkelanjutan seperti filter ventilasi steril, disinfeksi UV, dan sanitasi tangki dan loop distribusi, yang mencegah pertumbuhan biofilm dan masuknya mikroba.
Standar apa yang harus dipenuhi air farmasi?
Air harus mematuhi standar farmakope global (USP, EP, JP), termasuk batas konduktivitas, TOC (Total Organic Carbon), dan endotoksin, sehingga memastikan kualitas yang konsisten.
Bagaimana filtrasi meningkatkan keandalan sistem dan mengurangi biaya?
Dengan melindungi unit hilir seperti RO dan pertukaran ion dari kotoran, memperpanjang masa pakai peralatan, dan mengurangi frekuensi intervensi tak terencana, sehingga mengurangi biaya pengoperasian.