Solusi kami
Alat & Solusi Rakitan
Solusi
Service
Power Equipment
Solusi
Kompresor
Solusi
Produk
Kompresor
Produk dan solusi
Solusi

Memahami kelas ISO untuk kualitas udara terkompresi

Perlu memahami kelas ISO untuk kualitas udara terkompresi? Kemurnian udara terkompresi yang tepat adalah kunci untuk melindungi integritas dan efisiensi produksi. Berikut adalah panduan tentang cara menggunakan ISO 8573-1:2010 untuk mendapatkan kualitas udara yang tepat

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

2021 Agustus 24

Menggunakan ISO 8573-1:2010 untuk mencapai kualitas udara terkompresi yang tepat

Dunia tanpa udara terkompresi sungguh tidak terbayangkan. Pabrik-pabrik akan berhenti beroperasi, kereta-kereta akan berhenti melaju, dan kapal-kapal akan terombang-ambing mengikuti arus laut tanpa tujuan. Namun, tidak semua udara terkompresi sama. Beberapa penggunaannya – produksi pangan dan farmasi misalnya – sudah pasti memerlukan udara yang bersih. Untuk penggunaan yang lain, tujuan utama kualitas udara adalah memastikan keandalan dan masa pakai alat berdaya udara.

Udara terkompresi harus disaring

Pertama: Sebagian besar sistem udara terkompresi memerlukan satu atau lebih filter. Hal tersebut karena udara yang keluar dari kompresor mengandung banyak kontaminan: Butiran pasir, garam, dan gula; karbon hitam, karat, semen dan partikel cat; asbes; serta bakteri dan virus. Campuran ini dapat membahayakan alat berdaya udara, proses, serta produk akhir Anda. Oleh karena itu, filter adalah komponen yang penting untuk sistem udara Anda guna melindungi kualitas dan keandalan produksi. Namun, seberapa tingkat kemurnian udara terkompresi yang Anda perlukan dan filter apa yang harus Anda gunakan?

Alasan Anda perlu tahu kebutuhan kualitas udara Anda

Ada dua alasan utama pengguna udara terkompresi harus selalu mengetahui tingkat kemurnian yang mereka butuhkan.

  • Beberapa penggunaan perlu memenuhi standar kualitas udara yang spesifik. Ketidakpatuhan terhadap standar tersebut dapat mengakibatkan denda atau penghentian produksi.
  • Secara umum, makin murni udara yang dibutuhkan, makin mahal pula biaya produksinya. Udara yang sangat murni memerlukan perangkat keras tambahan, seperti filter dan pengering, serta memakan banyak energi. Oleh karena itu, memilih kemurnian yang tepat dapat menghemat biaya dan melindungi lingkungan.

ISO 8573-1:2010: Cara mengetahui kemurnian udara yang tepat untuk Anda

Bagi orang yang awam, memilih kemurnian udara yang tepat mungkin terlihat sulit. Namun, ada sarana yang membuat prosesnya jauh lebih mudah: ISO 8573-1:2010.

Itulah sebutan teknis dari standar internasional untuk kelas kemurnian udara. Standar tersebut menetapkan tingkatan yang dapat diterima dengan peringkat berbagai kelas kontaminan – seperti kelembapan, partikulat, minyak, dan polutan lainnya – dalam aliran udara terkompresi.

Walaupun standar ISO memudahkan prosesnya, ada begitu banyak kontaminan dan kelas kemurnian yang tercakup di dalamnya sehingga standar ini masih sulit dipelajari. Panduan singkat di bawah ini akan membantu orang awam mengetahui cara memahami ISO 8573-1:2010 untuk menentukan kelas kemurnian udara yang diperlukan.

Struktur ISO 8573-1:2010

Standar ISO dibagi ke dalam tiga kelompok utama kontaminan: Partikulat padat, air (baik cair maupun uap), dan minyak (aerosol dan uap). Masing-masing kategori ini memiliki hingga sepuluh kelas kemurnian yang berbeda (delapan untuk partikulat, sepuluh untuk air, dan lima untuk minyak).

Solusi filtrasi yang dirancang untuk menghasilkan udara berkualitas terbaik

Kualitas yang tepat untuk udara terkompresi merupakan hal yang sangat penting untuk para pengguna.

Makin rendah nomor kategorinya, makin bersih udara yang harus digunakan. Artinya, sebagai contoh, udara kelas 3 lebih murni daripada udara kelas 4.

Dalam kasus partikulat padat, standar ini menetapkan berapa banyak komponen kecil yang dapat terkandung udara per m3. Bagian ini dibagi lagi berdasarkan ukuran partikelnya. Misalnya, udara kelas 1 harus mengandung kurang dari atau setara 20.000 partikel dengan ukuran 0,1-0,5 mikron, kurang dari atau setara 400 partikel dengan ukuran 0,5-1 mikron, dan kurang dari atau setara 10 partikel dengan ukuran 1-5 mikron (mikron adalah satuan ukur yang setara dengan 1/1000 milimeter). Batasan untuk udara kelas 2 adalah kurang dari atau setara 400.000 partikel dengan ukuran 0,1-0,5 mikron, kurang dari atau setara 6.000 partikel dengan ukuran 0,5-1 mikron, dan kurang dari atau setara 100 partikel dengan ukuran 1-5 mikron. Udara kelas 3 bahkan tidak menetapkan jumlah batasan untuk kategori pertama. Mulai dari udara kelas 6, standar ISO hanya menentukan konsentrasi massa partikulat dalam miligram per meter kubik.

Dalam kasus air, peringkat kelas ditetapkan dengan lebih ketat berdasarkan titik embun tekanan, dan mulai dari kelas 7, berdasarkan kadar cairan di udara dalam gram per meter kubik. Secara spesifik, hal itu berarti bahwa titik embun udara kelas 1 harus sekurang-kurangnya berada pada -70°C sedangkan udara kelas 9 dapat mengandung antara 5-10 g/m3 air dan/atau uap air.

Terakhir, kelas ISO untuk minyak ditentukan dengan kandungan minyak dalam mg/m3. Udara kelas 1 mengharuskan kandungan segala jenis minyak tidak lebih dari 0,01 mg, sedangkan udara kelas 4 dapat mengandung 500 kali jumlah tersebut (5 mg/m3).

Memilih filter yang tepat untuk kelas ISO Anda

MGS

Jadi, setelah mengetahui standar kelas ISO yang harus dipenuhi oleh udara terkompresi Anda, filter mana yang harus Anda pilih? Cukup lihat kelas ISO ketika memilih filter.

Misalnya, filter UD+ Atlas Copco memiliki kinerja kelas ISO [1:-:2]. Artinya, filter tersebut membantu mencapai kemurnian udara kelas 1 untuk partikel padat dan kelas 2 untuk minyak. Filter UD+ tidak menyaring kelembapan. Oleh karena itu, ada tanda “–” di tengah.

Filter dan penggunaan

Setelah mengetahui kelas ISO yang tepat untuk penggunaan Anda, maka Anda dapat merencanakan peralatan mana yang perlu memenuhi persyaratan. Jika memerlukan bantuan untuk memilih dengan tepat sesuai penggunaan Anda, perwakilan Atlas Copco akan dengan senang hati membantu Anda.

Topik dan Proyek Terkait

Filter UD+ Perlakuan udara dan gas