10 langkah menuju produksi yang ramah lingkungan dan lebih efisien

Semua yang perlu Anda ketahui tentang pengurangan karbon untuk produksi yang ramah lingkungan
10 langkah menuju produksi udara terkompresi yang ramah lingkungan

Semua yang perlu Anda ketahui tentang proses pneumatic conveying

Lihat bagaimana Anda bisa menciptakan proses pneumatic conveying yang lebih efisien.
3D images of blowers in cement plant
Tutup

CO2 Wiki Udara Terkompresi Kompresor gas Karbon dioksida

CO2 terkompresi dibandingkan dengan udara terkompresi

Apa perbedaan antara CO2 terkompresi dan udara terkompresi?

Seperti halnya udara biasa, karbon dioksida (CO2) juga dapat dikompresi. Keduanya berupa gas dan sangat mirip, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Mari kita lihat.  

Kemudahan kompresi udara dibandingkan kompresi CO2

Udara terkompresi dibandingkan CO2 terkompresi

Secara teknis, kita menganggap CO2 lebih mudah dikompresi dibandingkan udara, yang berarti menghasilkan lebih sedikit panas, dan memerlukan lebih sedikit penggunaan peralatan untuk proses kompresi. Namun, proses kompresi ini juga memiliki tantangan tersendiri.


Salah satunya adalah timbulnya kelembapan. Dalam hal udara terkompresi, kelembapan biasanya tidak menimbulkan masalah besar, asalkan dihilangkan dengan benar. Akan tetapi uap air yang dihasilkan selama kompresi karbon dioksida menghasilkan asam karbon. Akibatnya, ada beberapa langkah pencegahan yang harus dilakukan untuk mencegah korosi pada peralatan. Langkah pencegahan ini bisa berupa penggunaan baja antikarat atau material komponen yang diberi lapisan khusus untuk komponen yang bersentuhan dengan kondensat.

Karena molekulnya yang lebih berat, CO2 bisa menghasilkan tingkat getaran lebih tinggi, dan jika terlalu banyak dikompresi (pada tekanan tinggi), CO2 bisa menimbulkan kerusakan pada kompresor.

Karbon dioksida memiliki kepadatan 1,5 pada suhu 0°C dibandingkan udara.
Kepadatan karbon dioksida pada kondisi tekanan dan suhu normal adalah 1,977 kg/m3.

UDARA 1,29 kg/m3 – CO2 1,97 kg/m3.

Bagaimana cara mengubah CO2 menjadi cair?

Bagaimana cara memilih tekanan untuk mencairkan CO2 antara titik tripel (5,18 bar, −56,6 °C) dan titik kritis (73,8 bar, 31,1 °C)? Ada banyak parameter yang berbeda dan biaya siklus hidup dipengaruhi oleh sistem pencairan, sistem kompresi, tangki penyimpanan, pembawa CO2, dsb. Biasanya, komposisi yang baik adalah sekitar 15 / 20 bar (Sesuai dengan suhu pencarian −27 °C / -20°C)

Desain kompresor CO2 dibandingkan kompresor udara

Sekarang kita akan membahas perangkat kerasnya.

Apabila tidak diperhatikan secara saksama, sekilas kompresor udara tidak adanya bedanya dari kompresor CO2. Tapi bagian dalamnya memiliki beberapa perbedaan:

  • Seperti disebutkan sebelumnya, kompresor CO2 memiliki lebih banyak material baja antikarat untuk melindunginya dari korosi. 
  • Biasanya lebih besar dan lebih kuat daripada kompresor udara untuk menangani potensi tekanan dan getaran yang lebih tinggi.
  • Kompresor CO2 tidak memiliki saluran masuk langsung karena kompresor perlu mengambil gas dari sumber CO2. Biasanya terdapat sistem inlet untuk mengolah CO2 sebelum mencapai kompresor.

Masalah lingkungan

Sesuai namanya, udara terkompresi adalah udara sekitar yang dikompresi. Ini berarti udara dapat dilepas kembali ke atmosfer (baik secara sengaja melalui beberapa elemen peralatan atau secara tidak sengaja akibat kebocoran pada sistem udara terkompresi) tanpa menimbulkan kerusakan. 

Sebaliknya, karbon dioksida adalah gas rumah kaca berbahaya, dan jika mungkin harus dihindari terlepas ke atmosfer. Selain itu, sementara udara terkompresi aman ketika terhirup, akumulasi karbon dioksida di ruang tertutup bisa bahaya terhadap kesehatan semua orang yang ada di sekitarnya.  

Untuk menghindari pelepasan ke atmosfer, karbon dioksida dapat disimpan dan/atau digunakan kembali pada aplikasi lain.

 

Penggunaan udara terkompresi dibandingkan penggunaan karbon dioksida terkompresi

Perbedaan utamanya adalah bagaimana udara dan CO2 digunakan saat dikompresi. 

Umumnya, udara terkompresi biasanya digunakan untuk menggerakkan alat pneumatik, menyalurkan material, mengoperasikan rem, dsb.

Sebaliknya, karbon dioksida terkompresi lebih mudah dipindahkan atau disimpan. Setelah dikompresi, CO2 dapat digunakan sebagai media untuk mengarbonasi minuman, membuat lingkungan lembam dalam proses tertentu, atau sebagai bahan baku untuk reaksi kimia.

Mengapa menggunakan kompresi CO2?

Sementara beberapa produsen karbon dioksida menggunakan kembali atau mengambil CO2 (dengan menggunakan kompresor CO2), sebagian besar produsen yang lain melepaskannya ke udara. Namun, akibat bahayanya terhadap lingkungan, pajak, dan semakin ketatnya peraturan, pengambilan karbon pun semakin populer, berkelanjutan, dan menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Di mana ada CO2 perlu untuk diambil, kompresor perlu dipasang.